Kesehatan Mental pada Generasi Z

by - Oktober 11, 2020

 

Kesehatan Mental pada Generasi Z




Assalamualaikum Wr.Wb

        Hallo sobat,  sebelum lanjut lebih enak kalo perkenalan dulu kan??? perkenalkan nama aku Nadha Fitri, biasa dipanggil Nadha. Aku merupakan mahasiswa baru dari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya. Disini aku akan menjelaskan pentingnya gangguan kesehatan dimasa sekarang. Sehat sering kali dipersepsikan dari segi fisik saja. Padahal sehat juga berarti tentang kesehatan jiwa. Sayangnya, persoalan kesehatan jiwa masih dianggap kalah penting dibandingkan kesehatan fisik. Padahal saat ini sudah ada asuransi kesehatan yang menawarkan perlindungan terkait kesehatan mental. Dan  dimasa sekarang banyak anak muda yang mengalami gangguan mental, nah mengapa demikian?? Berdasarkan riset kesehatan dasar yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka prevalensi gangguan jiwa di Indonesia, meningkat secara signifikan dari 1,7% di 2013 menjadi 7% di 2018. Berbagai faktor bisa jadi pemicu meningkatnya masalah mental seperti pekerjaan, hubungan dengan keluarga atau pasangan, serta ujian hidup yang semakin besar. Selain itu teknologi juga turut berkontribusi terhadap kesehatan mental generasi muda. Salah satunya adalah penggunaan media sosial. Media sosial seakan menciptakan gaya hidup ideal yang sebenarnya tidak seindah kenyataan. Hal inilah yang menciptakan tekanan dan beban pikiran pada generasi muda. 

        Menurut pandangan saya sendiri kesehatan mental merupakan suatu kondisi dimana batin manusia mampu mempengaruhi perilaku dan emosi  yang ia alami. memang penyebabnya tidak terlihat secara fisik, akan tetapi dapat dirasakan bagi pelaku dan orang terdekatnya dan berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital ini, cukup sulit memahami cara pandang Generasi Z Dimana badan harus berproses secara cepat ketika perasaan dan kondisi hati tidak saling beriringan. Penyakit mental yang sering menghantui generasi Z mulai dari rasa takut, was-was, kepanikan, kepikiran hal-hal yang belum terjadi, trauma, depresi, dan sebagainya.

        Akibat dari perasaan yang tidak tenang, banyak anak muda pergi ke psikiater untuk berkonsultasi dan sebagian lainya berkumpul dengan komunitas untuk  meringankan penderita gangguan mental dengan cara saling berbagi sekaligus memberi dukungan.

        Beberapa anak muda lainya, tidak memiliki bantuan profesional kesehatan mental karena persoalan akses maupun finasial. Mereka meluapkan rasa frustasi mereka di media sosial, semakin liar, tak terkendali dan tanpa sadar menumpuk pengaruh negatif untuk diri sendiri maupun orang lain.

Ada dua faktor yang memicu gangguan mental seseorang, yaitu :

1. Faktor internal

Faktor internal lebih terkait pada hal – hal yang berasal dari dalam diri sendiri, seperti: faktor genetik atau adanya riwayat pengidap gangguan mental dalam keluarga, kekerasan dalam keluarga atau pelecehan lainnya, ketidaksiapan bersaing karena tidak ada dukungan orang terdekat, tidak terbiasa atau dibiasakan beradaptasi dilingkungan yang baru.

2. Factor eksternal

Faktor eksternal yang dimaksud seperti intimidasi, kesenjangan sosial, bullying di  media sosial, dan pengaruh lingkungan yang buruk bagi tumbuh kembang Gen Z.

Dari kedua faktor tersebut, pemerintah seharusnya mempunyai andil yang besar untuk memberikan solusi untuk mengurai masalah-masalah mental dikalangan generasi penerus bangsa.

Gangguan mental atau penyakit mental dapat diawali dengan beberapa gejala berikut ini, antara lain:

  • Berteriak atau berkelahi dengan keluarga dan teman-teman.
  • Delusi, paranoia, atau halusinasi.
  • Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi.
  • Ketakutan, kekhawatiran, atau perasaan bersalah yang selalu menghantui.
  • Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
  • Marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan.
  • Memiliki pengalaman dan kenangan buruk yang tidak dapat dilupakan.
  • Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
  • Menarik diri dari orang-orang dan kegiatan sehari-hari.

 

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan mental, yaitu:

  • Melakukan aktivitas fisik dan tetap aktif secara fisik.
  • Membantu orang lain dengan tulus.
  • Memelihara pikiran yang positif.
  • Memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah.
  • Mencari bantuan profesional jika diperlukan.
  • Menjaga hubungan baik dengan orang lain.
  • Menjaga kecukupan tidur dan istirahat.

        Maka dari itu, jika sudah menunjukan gejala terganggunya kesehatan mental kamu langsung cari bantuan atau minimal ketika kita ada masalah atau gangguan mental, kita sebaiknya tersenyum pada diri sendiri. Atau bisa mencari psikolog lewat aplikasi penyedia platform untuk para dokter di smartphone atau bisa ke komunitas yang bergerak di bidang kesehatan mental, atau minimal berbagi cerita dengan orang yang benar – benar kamu percayai.

Itulah penjelasan singkat mengenai kesehatan mental di Generasi Z, semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum Wr.Wvb

You May Also Like

0 komentar