animasi bergerak gif
My Widget

Tips and Trick

facebook google twitter instagram
  • Home
  • Kuliner
  • Desain
  • Php
  • Laravel
  • About

 

Kesehatan Mental pada Generasi Z




Assalamualaikum Wr.Wb

        Hallo sobat,  sebelum lanjut lebih enak kalo perkenalan dulu kan??? perkenalkan nama aku Nadha Fitri, biasa dipanggil Nadha. Aku merupakan mahasiswa baru dari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya. Disini aku akan menjelaskan pentingnya gangguan kesehatan dimasa sekarang. Sehat sering kali dipersepsikan dari segi fisik saja. Padahal sehat juga berarti tentang kesehatan jiwa. Sayangnya, persoalan kesehatan jiwa masih dianggap kalah penting dibandingkan kesehatan fisik. Padahal saat ini sudah ada asuransi kesehatan yang menawarkan perlindungan terkait kesehatan mental. Dan  dimasa sekarang banyak anak muda yang mengalami gangguan mental, nah mengapa demikian?? Berdasarkan riset kesehatan dasar yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka prevalensi gangguan jiwa di Indonesia, meningkat secara signifikan dari 1,7% di 2013 menjadi 7% di 2018. Berbagai faktor bisa jadi pemicu meningkatnya masalah mental seperti pekerjaan, hubungan dengan keluarga atau pasangan, serta ujian hidup yang semakin besar. Selain itu teknologi juga turut berkontribusi terhadap kesehatan mental generasi muda. Salah satunya adalah penggunaan media sosial. Media sosial seakan menciptakan gaya hidup ideal yang sebenarnya tidak seindah kenyataan. Hal inilah yang menciptakan tekanan dan beban pikiran pada generasi muda. 

        Menurut pandangan saya sendiri kesehatan mental merupakan suatu kondisi dimana batin manusia mampu mempengaruhi perilaku dan emosi  yang ia alami. memang penyebabnya tidak terlihat secara fisik, akan tetapi dapat dirasakan bagi pelaku dan orang terdekatnya dan berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital ini, cukup sulit memahami cara pandang Generasi Z Dimana badan harus berproses secara cepat ketika perasaan dan kondisi hati tidak saling beriringan. Penyakit mental yang sering menghantui generasi Z mulai dari rasa takut, was-was, kepanikan, kepikiran hal-hal yang belum terjadi, trauma, depresi, dan sebagainya.

        Akibat dari perasaan yang tidak tenang, banyak anak muda pergi ke psikiater untuk berkonsultasi dan sebagian lainya berkumpul dengan komunitas untuk  meringankan penderita gangguan mental dengan cara saling berbagi sekaligus memberi dukungan.

        Beberapa anak muda lainya, tidak memiliki bantuan profesional kesehatan mental karena persoalan akses maupun finasial. Mereka meluapkan rasa frustasi mereka di media sosial, semakin liar, tak terkendali dan tanpa sadar menumpuk pengaruh negatif untuk diri sendiri maupun orang lain.

Ada dua faktor yang memicu gangguan mental seseorang, yaitu :

1. Faktor internal

Faktor internal lebih terkait pada hal – hal yang berasal dari dalam diri sendiri, seperti: faktor genetik atau adanya riwayat pengidap gangguan mental dalam keluarga, kekerasan dalam keluarga atau pelecehan lainnya, ketidaksiapan bersaing karena tidak ada dukungan orang terdekat, tidak terbiasa atau dibiasakan beradaptasi dilingkungan yang baru.

2. Factor eksternal

Faktor eksternal yang dimaksud seperti intimidasi, kesenjangan sosial, bullying di  media sosial, dan pengaruh lingkungan yang buruk bagi tumbuh kembang Gen Z.

Dari kedua faktor tersebut, pemerintah seharusnya mempunyai andil yang besar untuk memberikan solusi untuk mengurai masalah-masalah mental dikalangan generasi penerus bangsa.

Gangguan mental atau penyakit mental dapat diawali dengan beberapa gejala berikut ini, antara lain:

  • Berteriak atau berkelahi dengan keluarga dan teman-teman.
  • Delusi, paranoia, atau halusinasi.
  • Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi.
  • Ketakutan, kekhawatiran, atau perasaan bersalah yang selalu menghantui.
  • Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
  • Marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan.
  • Memiliki pengalaman dan kenangan buruk yang tidak dapat dilupakan.
  • Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
  • Menarik diri dari orang-orang dan kegiatan sehari-hari.

 

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan mental, yaitu:

  • Melakukan aktivitas fisik dan tetap aktif secara fisik.
  • Membantu orang lain dengan tulus.
  • Memelihara pikiran yang positif.
  • Memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah.
  • Mencari bantuan profesional jika diperlukan.
  • Menjaga hubungan baik dengan orang lain.
  • Menjaga kecukupan tidur dan istirahat.

        Maka dari itu, jika sudah menunjukan gejala terganggunya kesehatan mental kamu langsung cari bantuan atau minimal ketika kita ada masalah atau gangguan mental, kita sebaiknya tersenyum pada diri sendiri. Atau bisa mencari psikolog lewat aplikasi penyedia platform untuk para dokter di smartphone atau bisa ke komunitas yang bergerak di bidang kesehatan mental, atau minimal berbagi cerita dengan orang yang benar – benar kamu percayai.

Itulah penjelasan singkat mengenai kesehatan mental di Generasi Z, semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum Wr.Wvb

Oktober 11, 2020 No komentar

MOTIVATION LETTER

Mengenali diri sendiri


Assalamualaikum Wr.Wb

        Hallo sobat  perkenalkan nama aku Nadha Fitri,atau biasa dipanggil Nadha. Aku mahasiswa baru dari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya. Disini aku mau cerita sedikit menganai cara aku memahami, menerima dan menyayangi diri sendiri aku sendiri. Kalian beneran mau tau tentang aku?? Yaudah langssung aja yuk.

         Memahami diri sendiri, tidak semua orang faham dengan diri mereka sendiri, mereka bisa memahami orang lain namun sulit memahami diri sendiri. Mengapa sih memahami diri sendiri itu penting?? Karena dengan kita memahami diri sendiri kita tahu bahwa diri kita mempunya tolak ukur dalam bidang tertentu. Sehingga dengan begitu ketika kita ingin melakukan sesuatu kita tau sampai mana batasan kita. Disini aku biasa memahami diri sendiri dengan cara berikut :

1. Kenali Aktivitas Favorit

    Bisa mengenali atau mengetahui potensi diri seseorang dari aktivitas yang sering dan hobi dilakukan. Misalnya sejak kecil suka sekali menggambar, maka bisa mencari bidang pekerjaan dan bidang ilmu yang berkaitan dengan desain.

    Bisa mengembangkan potensi menjadi ahli desain, arsitektur, design web, dan hal lainnya yang berkaitan dengan dunia desain. Untuk kalian coba deh buka pemikiran dan kenali aktivitas favorit yang sering kalian lakukan dan kalian senangi.


2. Cari Tahu Kepandaian

     Mencari tahu kepandaian apa yang dimiliki merupakan salah satu cara untuk bisa mengetahui potensi diri yang ada di dalam diri. Terkadang hal tersebut bersebrangan dengan yang diinginkan, misalnya berbakat menjadi seorang ilmuwan atau saintis, namun tidak merasa senang ketika belajar ilmu sains. 

       Hal ini mungkin terpengaruh berbagai faktor, misalnya cara belajar yang salah atau mungkin faktor lainnya. Dengan mengetahui letak kepandaian, dengan begitu bisa bersosialisasi dengan mudah.


3. Bertanya pada Orang Lain

      Melihat potensi diri memang tidaklah mudah, dimana harus bisa menilai dengan baik diri sendiri dan apa potensi yang ada dalam diri. 

     Jika merasa kesulitan, cobalah minta bantuan kepada teman, keluarga atau orang terdekat yang sering bersama, dengan begitu akan mengetahui diri sendiri dengan menyeluruh.


4. Kenali Potensi Dominan

      Jika termasuk orang yang memiliki banyak potensi namun tidak matang, pasti akan membuat merasa bingung sendiri. Misalnya, mereka bisa memasak, senang travelling dan senang menggambar. 

      Bahkan ketiganya bisa menjadi hobi yang bersamaan, cobalah mengenali lebih jauh lagi apa kegiatan atau potensi yang ada pada diri sendiri.


5. Jangan Takut Berbeda

      Ketika menyadari potensi yang ada dalam diri, namun ragu karena berbeda pendapat atau berbeda dengan orang lain. Jangan takut untuk mengembangkannya selama hal tersebut positif. 

     Beberapa orang merasa keahlian mereka abnormal atau tidak sesuai dengan yang orang lain lakukan, maka mereka memendamnya.

       Misalnya memiliki potensi yang berbeda, seperti pengetahuan yang luas akan ilmu bumi dan isinya atau luar angkasa. Jangan takut untuk mengeksplor, karena menjadi berbeda bukan berarti salah.

      Apalagi jika potensi berbeda, bisa membawa ke jenjang karier yang lebih baik dan membawa ke cita-cita yang lebih mudah digapai.


6. Menghargai Diri Sendiri

        Menghargai diri sendiri bisa menjadi cara untuk menemukan potensi dan jati diri. Hal ini baru bisa diketahui jika menghargai dan mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan.

        Nah setelah kita memahami diri kita barulah kita bisa menerima dan menyanyangi diri kita  sendiri tanpa harus menutut diri sendiri dengan keterbatasan yang kita miliki. Lalu bagaimana dengan kalian??? Apakah kalian sudah bisa memahami diri kalian sendiri??? Kalau belum boleh tuh tips dari kalian pakai. Ingattt jangan pernah menuntut diri sendiri untuk sempurna, karena didunia ini tidak ada orang yang sempurna kecuali Nabi Muhammad SAW. Tetap lakukan apa yang kalian bisa sebaik mungkin.


Sekian tips dari aku, semoga bermanfaa dan terimakasih atas perhatiannya


Wassalamualaikum Wr.Wb


Oktober 10, 2020 No komentar

About Me

Foto saya
nadhaf17
gresik, dukun, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Clock

My Blog List

Follow Us

FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose